Showing posts with label ibroh. Show all posts
Showing posts with label ibroh. Show all posts
Belum sebulan aku tinggal di Belanda, dan putraku Malik terkena demam tinggi. Setelah tiga hari tak ada perbaikan aku membawanya ke huisart (dokter keluarga) kami, dr. Knol.

"Just wait and see. Don’t forget to drink a lot. Mostly this is a viral infection." kata dokter tua itu.

"Ha? Just wait and see?" batinku meradang.
Ya, aku tahu sih masih sulit untuk menentukan diagnosa pada kasus demam tiga hari tanpa ada gejala lain. Tapi masak sih nggak diapa-apain.

"Obat penurun panas Dok?" tanyaku lagi.
"Actually that is not necessary if the fever below 40 C."

Sebetulnya di rumah aku sudah memberi Malik obat penurun panas, tapi aku ingin dokter itu memberi obat lain. Sudah lama kudengar bahwa dokter disini pelit obat. Karena itu, aku membawa obat dari Indonesia.

Dua hari kemudian, demam Malik tak kunjung turun dan frekuensi muntahnya bertambah. Aku kembali ke dokter. Dia tetap menyuruhku wait and see. Pemeriksaan laboratorium akan dilakukan bila panas anakku menetap hingga hari ke tujuh.

"Anakku ini suka muntah-muntah juga Dok," kataku.
Lalu si dokter menekan-nekan perut anakku. "Apakah dia sudah minum suatu obat?"

Eh tak tahunya mendengar jawabanku, si dokter malah ngomel-ngomel,
"Kenapa kamu kasih syrup Ibuprofen? Pantas saja dia muntah-muntah. Ibuprofen itu sebaiknya tidak diberikan untuk anak-anak, karena efeknya bisa mengiritasi lambung. Untuk anak-anak lebih baik beri paracetamol saja."

Huuh! Walaupun dokter itu mengomel sambil tersenyum ramah, tapi aku jengkel dibuatnya. Jelek-jelek begini gue lulusan fakultas kedokteran tau!

Setibanya dirumah, suamiku langsung menjadi korban kekesalanku.
"Lha wong di Indonesia, dosenku aja ngasih obat penurun panas nggak pake diukur suhunya. Mau 37, 38 apa 39 derajat, tiap ke dokter dan bilang anakku sakit panas, penurun panas ya pasti dikasih. Masa dia bilang ibuprofen nggak baik buat anak!"

Sewaktu praktek menjadi dokter dulu, aku lebih banyak mencontek yang dilakukan senior. Tiga bulan menjadi co-asisten di bagian anak memang membuatku kelimpungan dan belajar banyak hal, tapi secuil-secuil ilmu kudapat. Seperti orang travelling Eropa dalam dua minggu. Menclok sebentar di Paris, dua hari ke Roma. Dua hari di Amsterdam, kemudian tiga hari mengunjungi Vienna. Puas berdiam di Berlin dan Swiss, waktu habis. Tibalah saat pulang ke Indonesia. Tampaknya orang itu sudah keliling Eropa, padahal ia hanya mengunjungi ibukota utama. Banyak negara dan kota di Eropa belum disambangi. Itulah kami, pemuda-pemudi fresh graduate from the oven Fakultas Kedokteran. Malah yang kami pelajari dulu, kasusnya tak pernah kami jumpai dalam praktek sehari-hari. Berharap bisa memberikan resep cespleng, kami mengintip resep ajian senior!

Setelah Malik sembuh, Lala, putri pertamaku sakit. Kuberikan obat batuk yang kubawa dari Indonesia. Batuknya tak hilang dan ingusnya masih meler. Lima hari kemudian, Lala kubawa ke huisart.

"Just drink a lot," katanya ringan.

"Apa nggak perlu dikasih antibiotik Dok?" tanyaku tak puas.

"This is mostly a viral infection, no need for an antibiotik," jawabnya lagi.

Lalu ngapain dong aku ke dokter,tiap ke dokter pulang nggak pernah dikasih obat. Paling enggak kasih vitamin keq!
"Ya udah beli aja obat batuk Thyme syrop. Di toko obat juga banyak."
Ternyata isi obat Thyme itu hanya ekstrak daun thyme dan madu.

Saat itu aku memang belum memiliki waktu untuk berintim-intim dengan internet. Di kepalaku, cara berobat yang betul adalah seperti di Indonesia.

Putriku sembuh. Sebulan kemudian sakit lagi. Batuk pilek putriku kali ini ringan, tapi hampir dua bulan sekali ia sakit. Dua bulan sekali memang lebih mendingan karena di Indonesia dulu, hampir tiap dua minggu ia sakit.
"Dok anak ini koq sakit batuk pilek melulu ya?"

Setelah mendengarkan dada putriku dengan stetoskop, melihat tonsilnya, dan lubang hidungnya,huisart-ku menjawab,"Nothing to worry. Just a viral infection."

"Tapi Dok, dia sering banget sakit, hampir tiap sebulan atau dua bulan Dok,"

Dokter tua yang sebetulnya baik dan ramah itu tersenyum. "Do you know how many times normally children get sick every year?"

"Twelve time in a year, researcher said," katanya sambil tersenyum lebar. "Sebetulnya kamu tak perlu ke dokter kalau penyakit anakmu tak terlalu berat," sambungnya.

Aku pulang dengan perasaan malu. Barangkali si dokter benar, aku selama ini kurang belajar.

Setelah aku beradaptasi dengan kehidupan di Belanda, aku berinteraksi dengan internet. Aku menemukan artikel Prof. Iwan Darmansjah, ahli obat-obatan Fakultas Kedokteran UI.
"Batuk - pilek beserta demam yang terjadi 6 - 12 bulan masih wajar.observasi menunjukkan kunjungan ke dokter terjadi 2 - 3 minggu selama bertahun-tahun."

"Bila ini yang terjadi, maka ada dua kemungkinan kesalahkaprahan penanganannya, Pertama, obat diberikan selalu mengandung antibiotik. Padahal 95% serangan batuk pilek dengan atau tanpa demam disebabkan oleh virus, dan antibiotik tidak dapat membunuh virus. Di lain pihak, antibiotik malah membunuh kuman baik dalam tubuh, yang berfungsi menjaga keseimbangan dan menghindarkan kuman jahat menyerang tubuh. Ia juga mengurangi imunitas si anak, sehingga daya tahannya menurun. Akibatnya anak jatuh sakit setiap 2 - 3 minggu dan perlu berobat lagi.

Duuh…kemana saja aku selama ini. Eh..sebetulnya..bukan salahku dong. Aku kan sudah membawa mereka ke dokter spesialis anak. Sekali lagi, mereka itu dosenku lho!.
Di Belanda 'dipaksa' tak pernah mendapat antibiotik untuk penyakit khas anak-anak, kondisi anakku jauh lebih baik. Mereka jarang sakit.

Aku tercenung mengingat 'pengobatan rasional'. Hey! Lalu kemana perginya ingatan itu? Jadi, apa yg kulakukan, tidak meneliti baik-baik obat yang kuberikan, sedikit-sedikit memberi obat penurun panas, sedikit-sedikit memberi antibiotik, baru sehari atau dua hari anak mengalami sakit ringan aku panik dan membawa ke dokter, sedikit-sedikit memberi vitamin. Rupanya adalah tindakan yang sama sekali tidak rasional!
Sistem kesehatan Belanda menerapkan betul apa itu pengobatan rasional.

Aku baru mengetahui ibuprofen memang lebih efektif menurunkan demam pada anak, sehingga banyak negara termasuk Amerika Serikat,dipakai secara luas untuk anakanak. Tetapi resiko efek sampingnya lebih besar, Belgia dan Belanda menetapkan kebijakan lain. Walaupun obat ibuprofen tersedia di apotek dan boleh digunakan usia anak diatas 6 bulan, di kedua negara ini, parasetamol tetap dinyatakan sebagai obat pilihan pertama anak demam.

Jadi, bagaimana dengan para orangtua di Indonesia? Aku tak ingin berbicara terlalu jauh soal mereka-mereka yang tinggal di desa atau orang-orang yang terpinggirkan. Karena kekurangan dan ketidakmampuan,penyakit anak sehari-hari, orang desa relatif 'terlindungi' dari paparan obat-obatan yang tak perlu. Sementara kita yang tinggal di kota besar,cukup berduit,melek sekolah, internet dan pengetahuan, malah kebanyakan selalu dokter-minded dan gampang dijadikan sasaran oleh perusahaan obat dan media. Kalau pergi ke dokter lalu tak diberi obat, biasanya kita malah ngomel-ngomel, 'memaksa' agar si dokter memberikan obat. Iklan-iklan obat pun bertebaran di media, bahkan tak jarang dokter-dokter 'menjual' obat tertentu melalui media. Padahal mestinya dokter dilarang mengiklankan suatu produk obat.

Dan bagaimana pula dengan teman-teman sejawatku dan dosen-dosenku yang kerap memberikan antibiotik dan obat-obatan yang tidak perlu pada pasien batuk, pilek, demam, mencret? Malah aku sendiri dulu pun melakukannya karena nyontek senior. Apakah manfaatnya lebih besar dibandingkan resikonya? Tentu saja tidak. Biaya pengobatan membengkak, anak malah gampang sakit dan terpapar obat yang tak perlu. Belum lagi bahaya besar jelas mengancam seluruh umat manusia: superbug, resitensi antibiotik! Tapi mengapa semua itu terjadi?

Duuh Tuhan, aku tahu sesungguhnya Engkau tak menyukai sesuatu yang sia-sia dan tak ada manfaatnya. Namun selama ini aku telah alpa. Sebagai orangtua, bahkan aku sendiri yang mengaku lulusan fakultas kedokteran ini, telah terlena dan tak menyadari semuanya. Aku tak akan eling kalau aku tidak menyaksikan sendiri dan tidak tinggal di negeri kompeni ini. Apalagi dengan masyarakat awam, para orangtua baru yang memiliki anak-anak kecil itu. Jadi bagaimana mengurai keruwetan ini seharusnya? Memikirkannya aku seperti terperosok ke lubang raksasa hitam. Aku tak tahu, sungguh!

Aku sadar. Telah terjadi kesalahan paradigma pada kebanyakan kita di Indonesia dalam menghadapi anak sakit. Disini aku sering pulang dari dokter tanpa membawa obat. Aku ke dokter biasanya 'hanya' konsultasi, memastikan diagnosa penyakit dan penanganan terbaiknya, serta meyakinkan diriku bahwa anakku baik-baik saja.

Di Indonesia, ke dokter = dapat obat?
Sistem kesehatan di Indonesia memang masih ruwet. Kebijakan obat nasional belum berpihak pada rakyat. Perusahaan obat bebas beraksi‘ tanpa ada peraturan dan hukum yang tegas dari pemerintah. Dokter pun bebas meresepkan obat apa saja tanpa ngeri mendapat sangsi.

Lalu dimana ujung pangkal salahnya? Percuma mencari-cari ujung pangkal salahnya.Kondisi tersebut jelas tak bisa dibiarkan. Siapa yang harus memulai perubahan? Pemerintah, dokter, petugas kesehatan, perusahaan obat, tentu semua harus berubah. Namun, dalam kondisi seperti ini, mengharapkan perubahan kebijakan pemerintah dalam waktu dekat sungguh seperti pungguk merindukan bulan. Sebagai pasien kita pun tak bisa tinggal diam. Setidaknya, bila pasien 'bergerak', masalah kesehatan di Indonesia, utamanya kejadian pemakaian obat yang tidak rasional dan kesalahan medis tentu bisa diturunkan.

Dikutip dari buku "Smart Patient" karya dr. Agnes Tri Harjaningrum

Semoga mencerahkan ya bunda-bunda, saya dapetnya dari artikel suami..

Sumber: http://ibuhamil.com/

Berbuka Puasa dengan Daging Bayi Palestina

Posted by Fursan Allail On 20:29 | 4 comments
Siapa yang tak kenal KFC, Pizza Hut, atau Mc Donalds. Semuanya pasti mengakui pernah berkunjung dan menikmati enaknya masakan mereka. Tapi Kenapa kita di tuduh ikut membunuh rakyat palestina ? temukan dalam tulisan ini.....

Bulan Ramadhan 1428H telah menginjak hari kedua. Di hari pertama kemarin, saya melihat banyak Muslim Indonesia berbuka sambil memakan daging bayi-bayi Palestina. Mereka juga banyak yang berbuka dengan minum darah bayi-bayi dan anak-anak Palestina.

Sore kemarin, banyak dari saudara-saudara kita yang berbuka puasa di gerai-gerai restoran makanan cepat saji (junk food) Amerika. Kita tahu sendirilah siapa saja gerai-gerai itu. Begitu adzan Maghrib bergema, dengan khusyuk mereka berdoa dan setelah itu dengan senyum mengembang mereka mulai mengambil hamburger berisi sayatan-sayatan kecil daging-daging bayi Palestina dan memakannya. Di meja mereka juga ada gelas-gelas plastik berisi darah bayi-bayi Palestina, dengan ditambahi batu es berbentuk kotak-kotak kecil. Alangkah nikmatnya mereka menyantap itu semua. Ini kejadian sungguhan!

Tahukah Anda bahwa semua ini adalah fakta sesungguhnya? Bukan terjadi di negeri dongeng atau pun di republik mimpi. Tahukah kita jika kita membeli makanan-makanan junk-food terkenal dari Amerika itu, membeli soft-dring terkenal produk Amerika itu, kita sesungguhnya tengah membeli daging dan darah bayi-bayi Palestina untuk kita konsumsi? Siapa pun Anda, jika Anda melakukan itu, maka Anda adalah seorang kanibal. Berkahkah berpuasa dengan melakukan itu semua? Jawab sendiri.



Bulan November 2000 lalu Dr. Yusuf Qaradhawy telah mengeluarkan fatwa boikot pembelian produk-produk yang nyata-nyata telah membantu eksistensi Zionis-Israel. Jika kita membeli produk-produk itu, maka kita sungguh telah ikut membunuh bayi-bayi dan anak-anak Palestina.

Lantas, produk-produk apa saja yang seperti itu dan diharamkan bagi umat Islam membelinya? Klik saja di www.inminds.co.uk Di situs itu kita bisa melihat secara lengkap, berikut bukti-bukti tidak terbantahkan, bahwa perusahaan-perusahaan yang mengeluarkan produk-produk tersebut aktif membantu eksistensi Zionis-Israel.



Tidak tahu, atau Tidak mau Tahu??

Saudaraku, hentikan kebiasaan berbuka puasa dengan meminum darah bayi-bayi Palestina. Hentikan berbuka puasa dengan mengkonsumsi daging bayi-bayi Palestina. Jika Anda, siapa pun juga, masih saja mengabaikan hal ini, maka Anda mengakui atau tidak telah menjadi sahabat bagi Zionis-Israel dan menjadi musuh bagi perjuangan menegakkan Islam. Silakan pilih. Toh, nanti kita akan mempertanggungjawabkannya sendiri-sendiri di yaumil akhir kelak. (eramuslim)

Cara Mudah Boikot Israel



lihat di http://swaramuslim.com/galery/boycott/index.php

Mengapa kami harus keluar dari bumi Allah SWT?

Posted by Fursan Allail On 19:35 | 1 comment
Ali Mustafa Ya’qub di acara Apa Kabar Indonesia (AKI) Malam TV One, Rabu (4/04/2011) menyatakan bahwa bagi siapa saja yang mau menegakkan Negara Islam maka silahkan keluar dari Indonesia dan mencari Negara lain yang mau menegakkannya. Layakkah pernyataan ini keluar dari mulut seorang yang dianggap ulama dan dijadikan Imam Masjid Istiqlal ?

Pernyataan Ali Mustafa Ya’qub yang pernah mengajak Obama dan istrinya keliling masjid Istiqlal ini bukanlah pernyataan baru. Bahkan pernyataan seperti itu ternyata sering diajukan oleh orang kafir atau orang yang benci syariat Islam kepada para aktivis dakwah yang ingin menegakkan syariat Allah SWT di bumi ini.

Pertanyaan itu juga sudah dan sering diajukan oleh orang-orang kafir di manapun berada kepada aktivis dakwah yang bercita-cita ingin menegakkan syariat Islam. Orang-orang kafir tersebut tidak faham mengapa ummat Islam berkeinginan untuk mengajak mereka masuk ke dalam Islam, sebuah agama yang berasal dari jazirah Arab dan kemudian menerapkan syariat Islam secara sempurna dimanapun di muka bumi ini.

Jika dikatakan oleh mereka mengapa kalian tidak keluar saja dari negeri ini lalu mencari Negara lain yang mau menerapkan syariat Islam, maka kita harus menjawabnya sebagai berikut.

Tidak diragukan lagi, disaat seorang Muslim betul-betul memahami situasi saat ini bersamaan dengan pemahamannya terhadap intisari Islam secara benar, maka dia akan menghargai dan dapat mengerti mengapa begitu banyak ummat Islam telah mengadopsi ‘pemikiran radikal’ ini dimanapun, yakni keinginan mereka untuk menerapkan syariat Islam secara kaafah (sempurna) dalam bentuk sebuah Negara Islam. Berikut tiga alasan mendasar mengapa ummat Islam dimanapun erkeinginan kuat untuk menerapkan syariat Islam.

1. Setiap negara di dunia saat ini menjalankan atau menerapkan hukum buatan manusia. Padahal Allah SWT telah berfirman dalan Al Qur’an :

“Barang siapa yang memutuskan perkara apa saja selain dari apa yang diturunkan Allah SWT (Syariat Islam) maka mereka adalah orang-orang kafir” (QS Al Maidah : 44)

Kesalahfahaman umum yang terjadi pada pemahaman orang-orang kafir adalah menganggap negara-negara seperti Pakistan, Kuwait, atau Arab Saudi, adalah sebagai Negara Islam yang menerapkan syariat Islam secara sempurna. Fakta sebenarnya, tidak ada satu pun negara di dunia ini, yang menerapkan syariat Islam secara sempurna. Pemerintahan dunia yang berada di belahan timur adalah pemerintahan murtad dan di belahan barat adalah pemerintahan kafir.

Negara Islam terakhir telah dimusnahkan pada tanggal 3 Maret 1924. Sebelumnya, secara berkesinambungan Negara Islam ini telah menjalankan keadilan dan kemakmuran untuk seluruh ummat manusia selama kurang lebih 1300 tahun.

2. Hukum buatan manusia yang diterapkan oleh pemerintahan di Negara manapun saat ini adalah hukum yang dzolim dan kaum Muslimin wajib untuk berbicara dan berdakwah melawan setiap penindasan dimanapun mereka berada. Allah SWT berfirman :

“Hendaklah ada diantara kamu segolongan ummat yang menyeru kepada kebaikan (Islam) dan melakukan amar ma’ruf nahi munkar, dan merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS Ali Imran : 104)

Bagi ummat Islam, ketaatan total kepada Allah SWT., adalah hal yang terpenting dalam hidupnya sebagai seorang Muslim. Dengan demikian dia selalu berupaya sekuat tenaga untuk hidup dalam dan sesuai syariat Islam. Termasuk salah satunya adalah melakukan amar ma’ruf nahi munkar, dimana pun mereka berada.

Dengan kondisi faktual bobroknya sistem hukum di manapun Negara saat ini, dimana moral masyarakat hancur hampir di semua bidang, baik sosial, ekonomi, hukum, dan lain-lain, maka seorang Muslim wajib berbicara dan menyelesaikan masalah tersebut dengan manawarkan solusi dari Islam.

3. Islam adalah agama universal, yang diturunkan oleh Tuhan Semesta Alam, yang merupakan cara hidup yang diturunkan oleh Sang Pencipta untuk seluruh ummat manusia. Allah SWT berfirman :

” Dialah (Allah) yang telah mengutus RosulNya (Muhammad SAW) dengan membawa petunjuk dan agama yang benar (Islam) untuk mendominasi semua cara hidup dan agama yang lain walaupun orang-orang kafir membencinya.” (QS At Taubah : 33).

Tidak disangsikan lagi, Islam dan Rosul terakhir, Muhammad SAW., telah ditunjuk oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, bagi orang-orang dimanapun hidup di dunia ini termasuk di Indonesia, untuk mengikuti dan taat.

Islam yang pada awalnya dimulai dari sebuah kota kecil di Mekkah kemudian menyebar secara cepat dan luas ke jazirah Arab, melepaskan kebangsaan dan kesukuaan. Hal unik dan spesial yang diberikan kepada nabi terakhir Muhammad SAW., dan tidak diberikan kepada nabi-nabi sebelumnya adalah fakta bahwa nabi Muhammad SAW., diutus dan diturunkan Allah SWT., tidak untuk negara atau kaum tertentu, sebagaimana Bani Israel.

Nabi Muhammad SAW., diutus untuk seluruh ummat manusia. Dengan demikian tidak mengherankan jika di Negara manapun, termasuk di Negara barat, banyak ajakan untuk masuk Islam yang dilakukan oleh orang-orang Muslim kepada masyarakat barat yang sebagian besarnya masih kafir.

Kesimpulannya, merupakan sebuah kewajiban untuk masyarakat dimanapun mereka tinggal dan ummat manusia di seluruh dunia untuk menyerahkan secara pasrah dirinya kepada Allah SWT., dan kemudian bersyahadat : “La ilaha illallah, Muhammadarrasulullah”, Tidak ada tuhan yang layak untuk disembah selain Allah SWT., dan Muhammad SAW., adalah RosulNya.”

Kemudian kewajiban selanjutnya adalah menerapkan syariat Islam atau hukum-hukum Islam secara sempurna sebagai tanda ketaatan kepada Sang Pencipta, Allah SWT., pemilik bumi dan isinya, dan seluruh dunia dimanapun kita berada. Jadi, mengapa kami harus keluar dari bumi Allah SWT.,?

Wallahu’alam bis Showab!

Source : almuhajirun.net

The Power of "Media Massa"

Posted by Fursan Allail On 20:04 | No comments
Sebuah pepatah mengatakan “jika anda ingin menguasai Dunia maka kuasai media (informasi)”. Benar tidaknya pepatah tersebut, yang jelas dewasa ini media massa memiiki fungsi strategis dalam kontrol sosial masyarakat. Tak dipungkiri pula bahwa media massa punya andil besar dalam mempengaruhi kebijakan sang pengampu kebijakan sebuah negri, termasuk di Indonesia.

Karena pemberitaan media pula, banyak kasus yang terjadi ditengah-tengah masyarakat membuat pihak berwenang segera bertindak cepat untuk menyelesaikan persoalan. Disisi lain, disadari atau tidak, media juga telah menjadi alat untuk mengalihkan perhatian masyarakat atas isu yang mengancam kekuasan.

Media yang baik tentu adalah media yang bersikap objektif, adil, dan tidak deskriminatif terhadap sebuah golongan masyarakat di dalam pemberitaannya. Selain itu media tersebut harus mampu merekontruksi masyarakat dan Negara untuk menuju kebaikan. Dalam konteks keindonesian, untuk menuju Indonesia yang lebih baik dan berkeadilan.

Namun sayang, terkadang hal itu belum dapat terpenuhi sepenuhnya oleh media-media umum cetak maupun elektronik di Indonesia saat ini. Khususnya apabila hal ini menyangkut permasalahan Islam dan kaum muslim di negri ini.

Apakah saat ini media benar-benar sudah terkena imbas dari sebuah rekomendasi oleh seorang pengamat dari barat , Ariel Kohen, berikut: “AS harus menyediakan dukungan kepada media lokal untuk membeberkan contoh-contoh negatif dari aplikasi syariah)”. Sedangkan ide-ide yang harus terus menerus diangkat ialah menjelekkan citra Islam: perihal demokrasi dan HAM, poligami, sanksi kriminal, keadilan Islam, minoritas, pakaian wanita,kebolehan suami untuk memukul istri.” (Cheril Benard, Cicil democratic Islam, partners, resources, and strategies, the rand corporation halaman.1-24).

Apa yang terjadi di Medan serta beberapa tempat lain adalah salah contoh dari sekian banyak contoh. Bahwa telah terjadi pembakaran dan pengrusakan terhadap rumah-rumah Allah, namun nyaris tanpa pemberitaan dari media massa. Hal ini bertolak belakang jika kejadian sama menimpa tempat ibadah lain, maka ramai-ramai umat Islam yang akan langsung dikambing hitamkan. Gegap gempita pemberitaannya pun begitu terasa.

Sebagaimana dalam keterangan pers realease PAHAM (Pusat Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusia) Indonesia sebagaimana dikutip voa-islam.com (13/4) bahwa telah terjadi beberapa aksi anarkis terhadap beberapa Masjid, diantaranya:

1. Pembakaran dan pengrusakan Masjid Nur Hikmah di Dusun Lima Desa Aek Loba Kecamatan Aek Kuasan, Kabupaten Asahan.

2. Pembakaran dan pengrusakan Masjid Taqwa di Kelurahan Aek Loba, Kecamatan Aek Kuasan, Kabupaten Asahan.

3. Pembongkaran Masjid Al IKhlas di Jl. Timur No. 23, Kelurahan Perintis, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan.

4. Pembakaran rumah, pengrusakan masjid dan penganiayaan massif di Jl. Kp Melayu, Selambo, Dusun Tiga, Desa Amplas, Kecamatan Percutseituan, Kabupaten Deli Serdang, Medan.

5. Pembakarn Masjid Fii Sabilillah di Jl. Lintas Tobasa, Lumban Lowu, Kabupaten Toba Samosir, Toba Samosir.

6. Pembakaran Masjid Besitang, Desa Selamet, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat.

Contoh lain, media juga gampang sekali mencap seorang muslim sebagai teroris meski si fulan belum terbukti sebagai teroris. Justru yang jelas-jelas teroris, misalnya Tibo Cs. Terpidana hukuman mati kasus Poso dahulu juga tak pernah mendapat gelar teroris, padahal sudah terbukti melakukan teror. Begitu pula kasus-kasus anarkis yang melibatkan umat Islam, dengan hanya memberitakan kulit luar persoalan.

Dikhawatirkan jika kemudian ada reaksi dari umat Islam atas kejadian ini, lalu hanya umat Islam yang disalahkan tanpa melihat duduk persoalan. Bagaimanapun tindakan pengrusakan terhadap tepat ibadah yang sah secara hukum adalah jelas tidak boleh ditolelir, maka harus segera ditindak tegas.

Kepada pihak berwenang, kita berharap untuk segera mengusut tuntas kejadian ini tanpa menunggu tekanan publik guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, dan memberi hukum setimpal bagi para pelakunya. Buktikan bahwa negri ini adalah Negara hukum. Hukum harus ditegakkan untuk semua warga Negara, bukan hanya untuk kelompok tertentu saja.

‘Alakullihal, saat ini kita rindu dan membutuhkan sebuah sistem yang mampu mengatur dengan baik sebuah Negara yang berpenduduk hiterogen atau majemuk. Menciptakan ketentraman bersama bagi setiap pemeluk agama, baik Islam maupun Non Muslim.

Menjadikan media massa yang lebih bermakna. Bagi Negara khilafah, di dalam negri media berfungsi untuk membangun masyarakat islami yang kokoh . Sedang di luar negeri, ia berfungsi untuk menyebarkan Islam, baik dalam suasana perang maupun damai, untuk menunjukkan keagungan ideologi Islam sekaligus membongkar kebobrokan ideologi kufur buatan manusia. (Masyru’ Dustur Dawlah al-Khilafa, alwaie 10/2008).

Suatu contoh kehidupan sebuah masyarakat yang begitu indah. Hingga membuat orang barat sekalipun memberikan kredit positif, simak saja penuturan TW Arnold dalam The Preaching of Islam berikut: “ Ketika Konstantinopel kemudian dibuka oleh keadilan Islam pada 1453, Sultan Muhammad II menyatakan dirinya sebagai pelindung Gereja Yunani. Penindasan pada kaum Kristen dilarang keras dan untuk itu dikeluarkan sebuah dekrit yang memerintahkan penjagaan keamanan pada Uskup Agung yang baru terpilih, Gennadios, beserta seluruh uskup dan penerusnya. Hal yang tak pernah didapatkan dari penguasa sebelumnya. Gennadios diberi staf keuskupan oleh Sultan sendiri. Sang Uskup juga berhak meminta perhatian pemerintah dan keputusan Sultan untuk menyikapi para gubernur yang tidak adil,”.

Sangat terkutuk pihak yang telah membakar dan merusak masjid-masjid itu. Hal ini menunjukkan bahwa Islam saat ini sedang diremehkan dan dilecehkan. Sungguh, kita sangat merindukan sistem Islam itu. Sistem yang akan menjaga kemuliaan kaum muslim dan memberikan perlakuan yang baik bagi non muslim. Aneh kalau masih ada yang tidak rindu. Wallahu a’lam.

The New Crusade

Posted by Fursan Allail On 21:40 | No comments
Serangan AS dan sekutunya ke Libya pada hakikatnya adalah Perang Salib Baru. Meski beralasan menjalankan resolusi PBB atas zona larangan terbang, AS dan sekutunya, terutama Inggris dan Perancis tidak dapat menyembunyikan kebenaran sesungguhnya bahwa serangan ke Libya adalah perang salib baru. Apa yang harus dilakukan umat Islam ?

Sepuluh tahun Perang Salib Baru

Ahad, 16 September 2001 bertepatan dengan 28/6/1422 Hijriyyah. Presiden AS kala itu, George Walker Bush menyatakan: This crusade, this war on terrorism, is going to take a long time. "Ini adalah perang salib. Ini adalah perang melawan terorisme yang akan memakan waktu lama."

Robert Fisk, Jurnalis senior The Independent London & ahli masalah Timur Tengah mengomentari peryataan Bush kala itu : "Nampaknya Presiden Bush benar-benar yakin bahwa dia tengah memimpin Perang Salib. Beberapa hari yang lalu dia menggunakan istilah ini meskipun dia telah diingatkan."

Syekh Usamah bin Ladin mengatakan : "Bukankah Bush telah mengatakan: Sesungguhnya perang ini adalah perang salib. Dan bukankah ia juga mengatakan: Sesungguhnya perang ini akan memakan waktu yang sangat lama dan menargetkan 60 negara. Bukankah negara-negara Islam itu kurang lebih 60 negara?"

Kurang lebih sepuluh tahun perang salib baru ini berlangsung, dipimpin oleh AS dan sekutu-sekutunya, koalisi yahudi dan nasrani beserta antek-anteknya di seluruh dunia dengan dalih perang melawan terorisme (war on terrorism). Sayangnya, umat Islam banyak yang tidak menyadari dan tidak faham harus bersikap apa. Mereka juga tidak mengerti hakikat perang salib baru tersebut hingga terjadinya serangan AS dan sekutunya ke Libya saat ini.

Perdana Menteri Rusia, Vladimir Putin menyamakan resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB yang membolehkan penyerangan atas Libya dengan perang salib pada abad pertengahan. Menurut Putin, meskipun Khaddafi, Presiden Libya, gagal menjalankan demokrasi tidak berarti itu menjadi justifikasi intervensi militer atas Libya. Hal ini disampaikan Putin saat berbicara dengan para pekerja di sebuah pabrik rudal Rusia (21/3/2011).

"(Resolusi) itu membolehkan segalanya. Itu serupa dengan seruan Perang Salib pada zaman pertengahan."

Rusia sendiri yang memiliki hak veto di DK PBB memilih abstain dalam pemungutan suara saat itu yang akhirnya mengeluarkan resolusi yang mengesahkan zona larangan terbang serta semua tindakan lain yang diperlukan atas Libya.

Perang salib baru yang sudah sepuluh tahun berjalan akhirnya digelorakan kembali oleh pimpinannya saat ini, Barack "Fir'aun" Obama, dengan digelarnya operasi besar-besaran untuk membunuh umat Islam dan kaum Muslimin di Libya, dengan nama sandi operasi "Odyssey Dawn".

Hakikat Perang Salib

Dr. Muhammad Sayyid Al-Wakil dalam bukunya "Wajah Dunia Islam" menyatakan bahwa dinamakan perang salib karena tentara-tentara kristen menjadikan salib sebagai simbol obsesi suci mereka dan meletakkannya di pundak mereka masing-masing. Urbanus II, Paus pada masa itu, memasang salib di atas lengan para sukarelawan sebagai tanda bahwa perang ini adalah perang suci.

Istilah Crusader berasal dari bahasa latin crux yang berarti kayu salib. Padanannya adalah shalibiyyun dari bahasa Arab shalib yang juga berarti kayu salib. Kedua istilah ini menunjukkan simbol Cross atau kayu salib yang mendasari perang salib yang kemudian dikenal dengan istilah Crusade.

Dr Muhammad Sayyid Al-Wakil mengatakan, penyebab utama meletusnya perang salib adalah kedengkian orang-orang kristen kepada Islam dan umat Islam karena umat Islam berhasil merebut wilayah-wilayah strategis yang tadinya mereka kuasai, membebaskan seorang budak yang mereka tawan dan mengambil kerajaan yang tadinya mereka genggam.

Carole Hillenbrand dalam "Perang Salib" mengatakan Perang Salib, menurut sudut pandang Barat, merupakan serangkaian operasi militer-paling sedikit terdiri atas delapan babak-yang didorong oleh keinginan kaum kristen Eropa untuk menjadikan tempat-tempat suci umat kristen dan terutama Yerusalem masuk ke dalam wilayah perlindungan mereka. Bagi pihak Barat, Perang Salib dimulai tahun 1095, ketika Paus Urbanus II menyerukan maklumat perang sucinya yang terkenal.

Sejak saat itu berlakulah perang salib yang berlangsung selama kira-kira dua abad (490 -669 H/1096 -1270 M). Kemenangan silih berganti antara kaum salib dan umat Islam. Pasukan salib pernah menulis surat kepada Paus mengucapkan selamat atas perbuatan mereka dan berkata : "Jika Paus ingin tahu apa yang kami lakukan terhadap musuh-musuh kami, maka percayalah bahwa di Haikal (istana) Sulaiman dan rumah ibadahnya kuda-kuda kami berjalan di lautan darah kaum Muslimin hingga sampai lututnya, demikian penuturan Ibnu Katsir dalam Al Bidayah wan Nihayah sebagaimana dikutip oleh Al Wakil.

Fakta-Fakta Perang Salib Baru

As Sahab Media, telah mengeluarkan video berjudul Results of 7 Years of The Crusade yang kemudian diterjemahkan oleh Al Fajr Media menjadi Fakta-Fakta Sewindu Perang Salib. Dalam buku tersebut, Syekh Aiman Ash Zhawahiri mengatakan :

"Kami menghadapi perang salib dan para pemerintah murtad yang menjadi antek mereka. Perang salib ini menyerang agama, akhlak, kekayaan dan keberadaan kita. Jika kita tidak memahami fakta sederhana dan berbahaya ini, maka kita tidak bisa meningkatkan serangan sampai pada tingkatan yang semestinya untuk menghadapi perang salib yang akan datang yang belum pernah disaksikan dalam sejarah Islam sebelumnya. Perang ini adalah perang yang kotor, yang menggunakan semua cara untuk melayani kekaisaran salibis dan yahudi penolong mereka. Dalam perang ini, semua cara dihalalkan, walaupun itu hal yang rendah, hina, keji. Bukan itu saja, bahkan mungkin mempublikasikannya atas nama agama, moral, kebebasan dan HAM."

AS dan sekutu-sekutunya,terutama Inggris dan Perancis membombardir Libya dengan menggunakan tameng resolusi DK PBB. Selain itu, operasi Odyssey Dawn mengatasnamakan rakyat sipil Libya dan para "pejuang" yang anti rezim Khaddafi. Faktanya, serangan AS dan sekutunya membunuhi rakyat sipil, kaum Muslimin di Libya.

Diserangnya Libya oleh AS dan sekutunya memperluas peta perang salib baru. Sebelumnya, sejumlah negara-negara Islam telah menjadi sasaran nyata kebuasan perang salib baru, seperti Afghanistan, Iraq, Pakistan, Chechnya, Al Jazair, Palestina, dan Somalia. Negara-negara Muslim lainnya menyusul untuk dibombardir, sebagaimana ancaman Menteri Luar Negeri Perancis, Juppe Allen.

Perancis, negara sekutu dan anggota NATO ini merupakan negara terdepan dalam perang salib baru, setelah AS dan Inggris. Negara ini (Perancis) sudah terkenal kebenciannya kepada Islam dan kaum Muslimin. Undang-undang Perancis melarang kaum Muslimah di Perancis untuk mengenakan burqa (cadar).

Dalam sebuah konferensi pers, Kamis (24/3/2011), Juppe Allen, mengancam kaum Muslimin di Arab Saudi dan Suriah akan dibombardir dari udara sebagaimana Libya, lapor Al Jazeera. Allen mengatakan bahwa perang salib di Libya harus menjadi contoh bagi Arab Saudi, Suriah dan negara-negara lain. Ia menekankan bahwa serangan terhadap Libya bisa berlangsung selama berhari-hari, berminggu, tapi tidak berbulan-bulan.

Serangan AS dan sekutunya ke Libya, dan peryataan kementrian luar negeri Perancis, Juppe Allen menunjukkan aliansi pasukan perang salib baru telah mendeklarasikan perang salib baru secara massive dan mengancam siapapun untuk bersama mereka atau akan mereka perangi. Tidak ada lagi hukum internasional, PBB, Liga Arab, OKI, Non Blok, melainkan hanya ada aliansi pasukan perang salib baru di satu sisi, dan Islam serta kaum Muslimin di sisi yang lain.

Gulingkan Khaddafi, Tegakkan Syariat Islam

Tidak bisa dipungkiri, diantara gerakan-gerakan Islam di dunia yang mampu menggoncangkan dan menakutkan aliansi pasukan salib baru adalah Al Qaeda. Amerika sendiri mencap Al Qaeda sebagai organisasi teroris, karena Al Qaeda betul-betul mampu menghancurkan Amerika dan menebar teror di tengah-tengah rakyat Amerika yang saat ini sebagai satu-satunya negara super power dunia.

Syekh Usamah bin Ladin, pemimpin tertinggi Al Qaeda bersumpah : "Demi jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, yang mengangkat langit tanpa tiang. Sungguh, janganlah Amerika dan orang-orang yang berada di dalamnya bermimpi untuk hidup tenang hingga saudara-saudara kami yang berada di Palestina dapat hidup tenang."

Apa yang harus dilakukan umat Islam menghadapi perang salib baru? Pimpinan Al Qaeda Libya, Syekh Abu Yahya Al-Libi menyerukan kepada umat Islam di Libya untuk menggulingkan rezim Khaddafi dan mendirikan pemerintahan Islam. Hal ini sebagaimana dilaporkan oleh Ummah News mengutip Associated Press.

Beliau mengatakan dalam video terbarunya bahwa setelah jatuhnya rezim di Tunisia dan Mesir, kini giliran Khaddafi yang harus turun, saat pejuang pemberontakan menekan hampir selama satu bulan untuk sebuah kampanye pengusiran Khaddafi.

Beliau menyebut pemerintah nasional otokratis Arab-musuh Islam-mempraktekkan jenis terburuk dari penindasan dengan dukungan Barat dan telah gagal mengambil pelajaran dari sejarah, ujarnya.

"Sekarang giliran Khadaffi setelah ia membuat rakyat Libya menderita selama lebih dari 40 tahun," lanjut Syekh Abu Yahya, menambahkan bahwa itu akan membuat malu rakyat Libya jika tiran diizinkan untuk mati secara damai.

Sebelumnya, Abdel Hakim al-Hasidi, pemimpin pemberontak Libya mengakui hubungannya dengan Al Qaeda. Beliau mengatakan jihadis yang berjuang melawan tentara sekutu di Irak berada di garis depan pertempuran melawan rezim murtad Muammad Khaddafi.

Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Italia Il Sole 24 Ore, al-Hasidi mengakui bahwa ia telah merekrut "sekitar 25″ orang-orang dari daerah Derna di Libya timur untuk memerangi pasukan koalisi di Irak. Beberapa dari mereka, katanya, adalah "hari ini di garis depan dalam Adjabiya".

Dalam Fakta-Fakta Sewindu Perang Salib Baru, disebutkan bahwa perang melawan barat mengharuskan untuk perang melawan Negara murtad. DR. Abdullah An Nafisi menyebutkan: "Saya yakin bahwa rezim Saudi sekarang menjadi tongkat pemukul di tangan Amerika, tidak terkecuali. Ini bukan rezim sendiri, tapi ini kepanjangan tangan Amerika dalam menguasai Kawasan Teluk. Dan jika kita serang pengaruh Amerika dengan kekuatan, baik melalui perlawanan atau dengan cara yang mereka sebut "Teror", maka saya yakin bahwa rezim ini akan segera jatuh."

Syekh Abu Yahya Al-Liby mengatakan mengusir rezim Arab yang didukung Barat merupakan "satu langkah untuk mencapai setiap tujuan Muslim yang ingin membuat firman Allah sebagai yang tertinggi" dan mendirikan pemerintahan Islam. Beliau juga mendesak untuk tidak lagi melihat ke negara-negara Barat, tidak untuk mencari bantuan ke mereka dan pergi dengan cara sendiri. "Kita harus menyingkirkan rasa rendah diri kita dan membebaskan diri dari Barat," tutupnya.

Wallahu'alam bis showab!

By: M. Fachry
International Jihad Analysis

Rabu, 25 Robi'ul Akhir 1432 H/30 Maret 2011 M

Al Ma'tsurot

Posted by Fursan Allail On 23:17 | No comments

Al-Matsurat merupakan kumpulan doa dan zikir yang bersumber pada Al-Qur’an dan hadits shahih yang disusun oleh Imam Hasan Al-Banna, pendiri Ikhwanul Muslimin Mesir. Al-Matsurat diperuntukkan sebagai wirid yang dibaca pada pagi dan petang hari.

Berikut link download AL MA’TSURAT sughro dalam format mp3 :


AL MA’TSURAT pagi (26.1 MB) -sudah diupdate-

AL MA’TSURAT sore (27.3 MB) -sudah diupdate-


Semoga bermanfaat.


Ummat Islam sangat tidak pantas merayakan "April Mop" atau "The April Fool Day" karena kebiasaan itu merupakan peringatan peristiwa pembantaian ummat Islam di Spanyol pada 1 April 1487 Masehi.

Ummat Islam banyak yang "latah" dan merayakan April Mop tanpa mengetahui dasar dan asal muasal peristiwa tersebut, kata Cendikiawan Muslim, Ir.H.Asmara Dharma dalam tulisannya yang diterima ANTARA di Medan, Minggu.

Ia menjelaskan, perayaan April Mop itu diawali peristiwa penyerangan besar-besaran oleh tentara Salib terhadap negara Spanyol yang ketika itu di bawah kekuasaan kekhalifahan Islam pada Maret 1487 Masehi.

Kota-kota Islam di Spanyol seperti Zaragoza dan Leon di wilayah Utara, Vigo dan Forto di wilayah Timur, Valencia di wilayah Barat, Lisabon dan Cordoba di Selatan serta Madrid di pusat kota dan Granada sebagai kota pelabuhan berhasil dikuasai tentara Salib.

Ummat Islam yang tersisa dari peperangan itu dijanjikan kebebasan jika meninggalkan Spanyol dengan kapal yang disiapkan di pelabuhan Granada. Tentara Salib itu berjanji keselamatan dan memperbolehkan ummat Islam menaiki kapal jika mereka meninggalkan Spanyol dan persenjataan mereka.

Namun ketika ribuan ummat Islam sudah berkumpul di pelabuhan, kapal yang tadinya sandar di pelabuhan langsung dibakar dan kaum muslim dibantai dengan kejam sehingga air laut menjadi merah karena darah.

Peristiwa pembantaian dan pengingkaran janji tersebut terjadi pada 1 April 1487 Masehi dan dikenang sebagai "The April Fool Day".

Selanjutnya, kata Dharma, peristiwa "The April Fool Day" itu dipopulerkan menjadi April Mop dengan "ritual" boleh mengerjai, menipu dan menjahili orang lain pada tanggal tersebut tetapi bernuansa gembira.

"Ritual tersebut disyaratkan dengan tidak bolehnya orang yang ditipu dan dijahili itu marah dan membalas," katanya. Salah seorang remaja muslim, Julia Putri mengaku tidak mengetahui sejarah April Mop tersebut meski sering melakukannya ketika masih di bangku sekolah.

Namun Julia mengaku terkejut jika perayaan April Mop tersebut terkait peristiwa pembantaian ummat Islam di Spanyol.

Sementara itu Rita Sahara, remaja Medan lainnya juga menyatakan tidak mengetahui sejarah awal perayaan April Mop.

Dia menyatakan hanya mengetahui April Mop berkaitan dengan praktik menjahili, menyampaikan informasi bohong dan mengolok-olok orang lain dengan membuat kejutan. Setelah mengetahui sejarah April Mop itu, ia mengimbau ummat Islam khususnya kaum remaja tidak perlu merayakan April Mop karena sama artinya merayakan pembantaian ummat Islam.

Di hari-hari ini, sesekali pergilah ke mall atau supermarket besar yang ada di kota Anda. Lihatlah interior mall atau supermarket tersebut. Anda pasti menjumpai interiornya dipenuhi pernak-pernik —apakah itu berbentuk pita, bantal berbentuk hati, boneka beruang, atau rangkaian bunga— yang didominasi dua warna: pink dan biru muda.

Dan Anda pasti mafhum, sebentar lagi kebanyakan anak-anak muda seluruh dunia akan merayakan Hari Kasih Sayang atau yang lebih tenar distilahkan dengan Valentine Day.

Momentum ini sangat disukai anak-anak remaja, terutama remaja perkotaan. Karena di hari itu, 14 Februari, mereka terbiasa merayakannya bersama orang-orang yang dicintai atau disayanginya, terutama kekasih. Valentine Day memang berasal dari tradisi Kristen Barat, namun sekarang momentum ini dirayakan di hampir semua negara, tak terkecuali negeri-negeri Islam besar seperti Indonesia.

Sayangnya, tidak semua anak-anak remaja memahami dengan baik esensi dari Valentine Day. Mereka menganggap perayaan ini sama saja dengan perayaan-perayaan lain seperti Hari Ibu, Hari Pahlawan, dan sebagainya. Padahal kenyataannya sama sekali berbeda.

Hari Ibu, Hari Pahlawan, dan semacamnya sedikit pun tidak mengandung muatan religius. Sedangkan Valentine Day sarat dengan muatan religius, bahkan bagi orang Islam yang ikut-ikutan merayakannya, hukumnya bisa musyrik, karena merayakan Valentine Day tidak bisa tidak berarti juga ikut mengakui Yesus sebagai Tuhan. Naudzubilahi min Dzalik. Mengapa demikian?

SEJARAH VALENTINE DAY

Sesungguhnya, belum ada kesepakatan final di antara para sejarawan tentang apa yang sebenarnya terjadi yang kemudian diperingati sebagai hari Valentine. Dalam buku “Valentine Day, Natal, Happy New Year, April Mop, Hallowen: So What?” (Rizki Ridyasmara, Pusaka Alkautsar, 2005), sejarah Valentine Day dikupas secara detil. Inilah salinannya:

Ada banyak versi tentang asal dari perayaan Hari Valentine ini. Yang paling populer memang kisah dari Santo Valentinus yang diyakini hidup pada masa Kaisar Claudius II yang kemudian menemui ajal pada tanggal 14 Februari 269 M. Namun ini pun ada beberapa versi. Yang jelas dan tidak memiliki silang pendapat adalah kalau kita menelisik lebih jauh lagi ke dalam tradisi paganisme (dewa-dewi) Romawi Kuno, sesuatu yang dipenuhi dengan legenda, mitos, dan penyembahan berhala.

Menurut pandangan tradisi Roma Kuno, pertengahan bulan Februari memang sudah dikenal sebagai periode cinta dan kesuburan. Dalam tarikh kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari disebut sebagai bulan Gamelion, yang dipersembahkan kepada pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera.

Di Roma kuno, 15 Februari dikenal sebagai hari raya Lupercalia, yang merujuk kepada nama salah satu dewa bernama Lupercus, sang dewa kesuburan. Dewa ini digambarkan sebagai laki-laki yang setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing.

Di zaman Roma Kuno, para pendeta tiap tanggal 15 Februari akan melakukan ritual penyembahan kepada Dewa Lupercus dengan mempersembahkan korban berupa kambing kepada sang dewa.

Setelah itu mereka minum anggur dan akan lari-lari di jalan-jalan dalam kota Roma sambil membawa potongan-potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai. Para perempuan muda akan berebut untuk disentuh kulit kambing itu karena mereka percaya bahwa sentuhan kulit kambing tersebut akan bisa mendatangkan kesuburan bagi mereka. Sesuatu yang sangat dibanggakan di Roma kala itu.

Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno yang berlangsung antara tanggal 13-18 Februari, di mana pada tanggal 15 Februari mencapai puncaknya. Dua hari pertama (13-14 Februari), dipersembahkan untuk dewi cinta (Queen of Feverish Love) bernama Juno Februata.

Pada hari ini, para pemuda berkumpul dan mengundi nama-nama gadis di dalam sebuah kotak. Lalu setiap pemuda dipersilakan mengambil nama secara acak. Gadis yang namanya ke luar harus menjadi kekasihnya selama setahun penuh untuk bersenang-senang dan menjadi obyek hiburan sang pemuda yang memilihnya.

Keesokan harinya, 15 Februari, mereka ke kuil untuk meminta perlindungan Dewa Lupercalia dari gangguan serigala. Selama upacara ini, para lelaki muda melecut gadis-gadis dengan kulit binatang. Para perempuann itu berebutan untuk bisa mendapat lecutan karena menganggap bahwa kian banyak mendapat lecutan maka mereka akan bertambah cantik dan subur.

Ketika agama Kristen Katolik masuk Roma, mereka mengadopsi upacara paganisme (berhala) ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani. Antara lain mereka mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I.

Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati Santo Valentine yang kebetulan meninggal pada tanggal 14 Februari.

Tentang siapa sesungguhnya Santo Valentinus sendiri, seperti telah disinggung di muka, para sejarawan masih berbeda pendapat. Saat ini sekurangnya ada tiga nama Valentine yang meninggal pada 14 Februari. Seorang di antaranya dilukiskan sebagai orang yang mati pada masa Romawi. Namun ini pun tidak pernah ada penjelasan yang detil siapa sesungguhnya “St. Valentine” termaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.

Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II yang memerintahkan Kerajaan Roma berang dan memerintahkan agar menangkap dan memenjarakan Santo Valentine karena ia dengan berani menyatakan tuhannya adalah Isa Al-Masih, sembari menolak menyembah tuhan-tuhannya orang Romawi. Orang-orang yang bersimpati pada Santo Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.

Versi kedua menceritakan, Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat di dalam medan peperangan daripada orang yang menikah. Sebab itu kaisar lalu melarang para pemuda yang menjadi tentara untuk menikah. Tindakan kaisar ini diam-diam mendapat tentangan dari Santo Valentine dan ia secara diam-diam pula menikahkan banyak pemuda hingga ia ketahuan dan ditangkap. Kaisar Cladius memutuskan hukuman gantung bagi Santo Valentine. Eksekusi dilakukan pada tanggal 14 Februari 269 M.

TRADISI KIRIM KARTU

Selain itu, tradisi mengirim kartu Valentine itu sendiri tidak ada kaitan langsung dengan Santo Valentine. Pada tahun 1415 M, ketika Duke of Orleans dipenjara di Tower of London, pada perayaan hari gereja mengenang St. Valentine tanggal 14 Februari, ia mengirim puisi kepada isterinya di Perancis.

Oleh Geoffrey Chaucer, penyair Inggris, peristiwa itu dikaitkannya dengan musim kawin burung-burung dalam puisinya.

Lantas, bagaimana dengan ucapan “Be My Valentine?” yang sampai sekarang masih saja terdapat di banyak kartu ucapan atau dinyatakan langsung oleh pasangannya masing-masing? Ken Sweiger mengatakan kata “Valentine” berasal dari bahasa Latin yang mempunyai persamaan dengan arti: “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat, dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini sebenarnya pada zaman Romawi Kuno ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi.

Disadari atau tidak, demikian Sweiger, jika seseorang meminta orang lain atau pasangannya menjadi “To be my Valentine?”, maka dengan hal itu sesungguhnya kita telah terang-terangan melakukan suatu perbuatan yang dimurkai Tuhan, istilah Sweiger, karena meminta seseorang menjadi “Sang Maha Kuasa” dan hal itu sama saja dengan upaya menghidupkan kembali budaya pemujaan kepada berhala.

Adapun Cupid (berarti: the desire), si bayi atau lelaki rupawan setengah telanjang yang bersayap dengan panah adalah putra Nimrod “the hunter” dewa Matahari. Disebut tuhan Cinta, karena ia begitu rupawan sehingga diburu banyak perempuan bahkan dikisahkan bahwa ibu kandungnya sendiri pun tertarik sehingga melakukan incest dengan anak kandungnya itu!

Silang sengketa siapa sesungguhnya Santo Valentine sendiri juga terjadi di dalam Gereja Katolik sendiri. Menurut gereja Katolik seperti yang ditulis dalam The Catholic Encyclopedia (1908), nama Santo Valentinus paling tidak merujuk pada tiga martir atau santo (orang suci) yang berbeda, yakni: seorang pastur di Roma, seorang uskup Interamna (modern Terni), dan seorang martir di provinsi Romawi Afrika. Koneksi antara ketiga martir ini dengan Hari Valentine juga tidak jelas.

Bahkan Paus Gelasius II, pada tahun 496 menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada yang diketahui secara pasti mengenai martir-martir ini, walau demikian Gelasius II tetap menyatakan tanggal 14 Februari tiap tahun sebagai hari raya peringatan Santo Valentinus.

Ada yang mengatakan, Paus Gelasius II sengaja menetapkan hal ini untuk menandingi hari raya Lupercalia yang dirayakan pada tanggal 15 Februari.

Sisa-sisa kerangka yang digali dari makam Santo Hyppolytus di Via Tibertinus dekat Roma, diidentifikasikan sebagai jenazah St. Valentinus. Jenazah itu kemudian ditaruh dalam sebuah peti emas dan dikirim ke Gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia. Jenazah ini telah diberikan kepada mereka oleh Paus Gregorius XVI pada 1836.

Banyak wisatawan sekarang yang berziarah ke gereja ini pada hari Valentine, di mana peti emas diarak dalam sebuah prosesi khusyuk dan dibawa ke sebuah altar tinggi di dalam gereja. Pada hari itu, sebuah misa khusus diadakan dan dipersembahkan kepada para muda-mudi dan mereka yang sedang menjalin hubungan cinta. Hari raya ini dihapus dari kalender gerejawi pada tahun 1969 dengan alasan sebagai bagian dari sebuah usaha gereja yang lebih luas untuk menghapus santo dan santa yang asal-muasalnya tidak bisa dipertanggungjawabkan karena hanya berdasarkan mitos atau legenda. Namun walau demikian, misa ini sampai sekarang masih dirayakan oleh kelompok-kelompok gereja tertentu.

Jelas sudah, Hari Valentine sesungguhnya berasal dari mitos dan legenda zaman Romawi Kuno di mana masih berlaku kepercayaan paganisme (penyembahan berhala). Gereja Katolik sendiri tidak bisa menyepakati siapa sesungguhnya Santo Valentine yang dianggap menjadi martir pada tanggal 14 Februari. Walau demikian, perayaan ini pernah diperingati secara resmi Gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia dan dilarang secara resmi pada tahun 1969. Beberapa kelompok gereja Katolik masih menyelenggarakan peringatan ini tiap tahunnya.

KEPENTINGAN BISNIS

Kalau pun Hari Valentine masih dihidup-hidupkan hingga sekarang, bahkan ada kesan kian meriah, itu tidak lain dari upaya para pengusaha yang bergerak di bidang pencetakan kartu ucapan, pengusaha hotel, pengusaha bunga, pengusaha penyelenggara acara, dan sejumlah pengusaha lain yang telah meraup keuntungan sangat besar dari event itu.

Mereka sengaja, lewat kekuatan promosi dan marketingnya, meniup-niupkan Hari Valentine Day sebagai hari khusus yang sangat spesial bagi orang yang dikasihi, agar dagangan mereka laku dan mereka mendapat laba yang amat sangat besar. Inilah apa yang sering disebut oleh para sosiolog sebagai industrialisasi agama, di mana perayaan agama oleh kapitalis dibelokkan menjadi perayaan bisnis.

PESTA KEMAKSIATAN

Christendom adalah sebutan lain untuk tanah-tanah atau negeri-negeri Kristen di Barat. Awalnya hanya merujuk pada daratan Kristen Eropa seperti Inggris, Perancis, Belanda, Jerman, dan sebagainya, namun dewasa ini juga merambah ke daratan Amerika.

Orang biasanya mengira perayaan Hari Valentine berasal dari Amerika. Namun sejarah menyatakan bahwa perayaan Hari Valentine sesungguhnya berasal dari Inggris. Di abad ke-19, Kerajaan Inggris masih menjajah wilayah Amerika Utara. Kebudayaan Kerajaan inggris ini kemudian diimpor oleh daerah koloninya di Amerika Utara.

Di Amerika, kartu Valentine pertama yang diproduksi secara massal dicetak setelah tahun 1847 oleh Esther A. Howland (1828 – 1904) dari Worcester, Massachusetts. Ayahnya memiliki sebuah toko buku dan toko peralatan kantor yang besar. Mr. Howland mendapat ilham untuk memproduksi kartu di Amerika dari sebuah kartu Valentine Inggris yang ia terima. Upayanya ini kemudian diikuti oleh pengusaha-pengusaha lainnya hingga kini.

Sejak tahun 2001, The Greeting Card Association (Asosiasi Kartu Ucapan AS) tiap tahun mengeluarkan penghargaan “Esther Howland Award for a Greeting Card Visionary” kepada perusahaan pencetak kartu terbaik.

Sejak Howland memproduksi kartu ucapan Happy Valentine di Amerika, produksi kartu dibuat secara massal di selutuh dunia. The Greeting Card Association memperkirakan bahwa di seluruh dunia, sekitar satu milyar kartu Valentine dikirimkan per tahun. Ini adalah hari raya terbesar kedua setelah Natal dan Tahun Baru (Merry Christmast and The Happy New Year), di mana kartu-kartu ucapan dikirimkan. Asosiasi yang sama juga memperkirakan bahwa para perempuanlah yang membeli kurang lebih 85% dari semua kartu valentine.

Mulai pada paruh kedua abad ke-20, tradisi bertukaran kartu di Amerika mengalami diversifikasi. Kartu ucapan yang tadinya memegang titik sentral, sekarang hanya sebagai pengiring dari hadiah yang lebih besar. Hal ini sering dilakukan pria kepada perempuan. Hadiah-hadiahnya bisa berupa bunga mawar dan coklat. Mulai tahun 1980-an, industri berlian mulai mempromosikan hari Valentine sebagai sebuah kesempatan untuk memberikan perhiasan kepada perempuan pilihan.

Di Amerika Serikat dan beberapa negara Barat, sebuah kencan pada hari Valentine sering ditafsirkan sebagai permulaan dari suatu hubungan yang serius. Ini membuat perayaan Valentine di sana lebih bersifat ‘dating’ yang sering di akhiri dengan tidur bareng (perzinaan) ketimbang pengungkapan rasa kasih sayang dari anak ke orangtua, ke guru, dan sebagainya yang tulus dan tidak disertai kontak fisik. Inilah sesungguhnya esensi dari Valentine Day.

Perayaan Valentine Day di negara-negara Barat umumnya dipersepsikan sebagai hari di mana pasangan-pasangan kencan boleh melakukan apa saja, sesuatu yang lumrah di negara-negara Barat, sepanjang malam itu. Malah di berbagai hotel diselenggarakan aneka lomba dan acara yang berakhir di masing-masing kamar yang diisi sepasang manusia berlainan jenis. Ini yang dianggap wajar, belum lagi party-party yang lebih bersifat tertutup dan menjijikan.

IKUT MENGAKUI YESUS SEBAGAI TUHAN

Tiap tahun menjelang bulan Februari, banyak remaja Indonesia yang notabene mengaku beragama Islam ikut-ikutan sibuk mempersiapkan perayaan Valentine. Walau sudah banyak di antaranya yang mendengar bahwa Valentine Day adalah salah satu hari raya umat Kristiani yang mengandung nilai-nilai akidah Kristen, namun hal ini tidak terlalu dipusingkan mereka. “Ah, aku kan ngerayaain Valentine buat fun-fun aja…,” demikian banyak remaja Islam bersikap. Bisakah dibenarkan sikap dan pandangan seperti itu?

Perayaan Hari Valentine memuat sejumlah pengakuan atas klaim dogma dan ideologi Kristiani seperti mengakui “Yesus sebagai Anak Tuhan” dan lain sebagainya. Merayakan Valentine Day berarti pula secara langsung atau tidak, ikut mengakui kebenaran atas dogma dan ideologi Kristiani tersebut, apa pun alasanya.

Nah, jika ada seorang Muslim yang ikut-ikutan merayakan Hari Valentine, maka diakuinya atau tidak, ia juga ikut-ikutan menerima pandangan yang mengatakan bahwa “Yesus sebagai Anak Tuhan” dan sebagainya yang di dalam Islam sesungguhnya sudah termasuk dalam perbuatan musyrik, menyekutukan Allah SWT, suatu perbuatan yang tidak akan mendapat ampunan dari Allah SWT. Naudzubillahi min dzalik!

“Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut,” Demikian bunyi hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Tirmidzi.

Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah juga berkata,“Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan mengucapkan,“Selamat hari raya!” dan sejenisnya. Bagi yang mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh. Banyak orang yang kurang mengerti agama terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut. Ia telah menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Allah.”

Allah SWT sendiri di dalam Qur’an surat Al-Maidah ayat 51 melarang umat Islam untuk meniru-niru atau meneladani kaum Yahudi dan Nasrani,“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” Wallahu’alam bishawab.(Rz/eramuslim)

“Ya allah, jadikan aku teroris...”

Posted by Fursan Allail On 19:13 | No comments

..........Dukungan untuk Palestina mengalir dari penjuru dunia, begitu juga kecaman bagi Israel. Yusuf Qaradhawi pun ingin disebut teroris.........…….
Arafat dengan senjata disampingnya dalam sebuah wawancara dengan salah satu stasiun televisi Palestina mengatakan,” tidak ada yang gentar, tidak ada yang takut. Kami akan pergi dan masuk ke Jerusalem, memberikan syuhada, ribuan syuhada di jalan kami.” Sikap Arafat akhirnya mencerminkan perlawanan rakyat Palestina terhadap penjajahan Israel. Dan sikap itu pula yang tampak pada seluruh komponen muslim Palestina.
Ribuan rakyat Palestina turun ke jalan di jalur Gaza dan Tepi Barat. Mereka melakukan aksi protes terhadap Israel dan menyatakan diri siap syahid dan akan menuntut balas. Begitu pula kelompok- kelompok pejuang Palestina yang dari awal memang sudah menolak proposal perdamaian yang digulirkan pangeran Abdullah di KTT Liga Arab, Beirut.
Menurut Hamdan Usamah, salah seorang pemimpin HAMAS, mengatakan bahwa pertemuan di Beirut tersebut hanya membuang- buang waktu saja.” Pertemuan di Beirut banyak yang melupakan kepentingan rakyat Palestina disini,” ujar Hamdan. Hamdan Usamah yang berada di Beirut pula tak hanya menolak, tapi memberikan anjuran untuk melakukan pemutusan hubungan dan boikot terhadap pihak zionis.” Rakyat Palestina menginginkan seluruh bangsa arab melakukan aksi boikot pada Israel atas agresi dan tindakan terorisme pada rakyat Palestina,” katanya.
Lebih lanjut Hamdan mengatakan, jika kondisi ini terus berlangsung, perlawanan yang dilakukan oleh HAMAS pu akan terus berlangsung di segala lini, termasuk melakukan bom syahid.” Saya yakin dan percaya bahwa gerakan intifadhah akan berlanjut dan terus berlangsung, dan ini memang yang telah diputuskan bagi operasi militer HAMAS,” ujarnya.
Ucapan Hamdan Usamah tersebut bukan isapan jempol semata. Pimpinan HAMAS yang lain, Abdul Azis Rantisi menyatakan bahwa perlawanan memang masih terus berlangsung. Saat KTT Liga Arab sedang berlangsung, aksi bom syahid kembali dilancarkan kelompok HAMAS di sebuah rumah makan di Netanya dan menewaskan 21 orang. Beberapa saat setelah aksi bom syahid, pihaknya mengumumkan bahwa HAMAS bertanggung jawab sepenuhnya atas peristiwa ini. Peristiwa itu pula yang mengundang presiden Bush menganugerahkan predikat “teroris paling mematikan” bagi kelompok HAMAS. Tapi sebaliknya, pemerintah AS tak berkata dan melakukan apa- apa saat tentara dan tank- tank Israel mengamuk di Ramallah.
Lebih dari itu, Amerika dengan jelas mengatakan bisa mengerti jika Israel melakukan kebijakan militer yang diambil Sharon.” Kami bisa mengerti jika pemerintah Israel mengambil keputusan untuk memberi respon pada tindakan teror. Dan ini menjadi hak Israel memutuskan yang terbaik untuk rakyatnya, kami hanya bilang hati- hati atas konsekuensinya,” ujar Colin Powell.
Sementara itu atas julukan maut yang diberikan Bush, Abdul Azis Rantisi mengatakan kepada pers bahwa kelompoknya dibangun memang untuk menghancurkan Israel. Mengenai keterkaitan bom syahid yang membawa korban tewas 21 orang dan luka 130 di Netanya dengan KTT Liga Arab, Rantisi menjawab tak ada kaitan.” Tak ada kaitannya antara operasi dan pertemuan di Beirut. Serangan ini adalah jawaban untuk aksi terorisme yang dilakukan oleh Israel,” ujar Rantisi.
Tentangan atas inisiatif damai dari pangeran Abdullah kepada Israel tak hanya datang dari pejuang Palestina atau rakyat Palestina, tapi juga dari beberapa muslim di lain negara, satu diantaranya adalah Mesir, Jum’at(29/03) turun kejalan memberikan dukungan kepada rakyat Palestina dan menentang rencana damai dengan Israel.
Usai menunaikan shalat Jumat di masjid Al Azhar mereka melakukan demonstrasi besar- besaran di depan kedutaan besar Israel di Kairo. Demonstrasi ini dipimpin langsung oleh imam Al Azhar, Syeikh Muhammad Tantawi dan beberapa ulama lainnya. Tantawi dalam kesempatan tersebut meyakinkan bahwa seluruh penduduk muslim dunia berada disisi dan mendukung perjuangan rakyat Palestina. Tak hanya datang dari dunia Islam dan Arab, dukungan dari penduduk kota Roma pun nampak terlihat. Ratusan orang turun ke jalan seraya mengelu- elukan spanduk selamatkan Palestina dan mengutuk Israel. Menurut salah seorang demonstran, Ariel Sharon adalah seorang pembunuh dan pembantai rakyat Palestina.
Dukungan tak hanya ditujukan kepada rakyat Palestina dan perjuangan mereka, tapi juga untuk Yasser Arafat. 18 orang aktivis perdamaian dari Eropa hari ahad lalu(31/03) menginap dan duduk bersama dengan Arafat di kantornya. Aksi menginap di rumah Arafat ini nampaknya masih akan berlanjut dan kian bertambah pendukungnya. Direncanakan, awal pekan ini beberapa orang aktivis perdamaian Perancis akan bergabung lagi.
Ternyata dukungan untuk berjuang bagi rakyat Palestina tak hanya datang dari rakyat, ulama atau pemerintahan, tapi juga datang dari Usamah Bin Laden. Sebuah harian berbahasa arab yang terbit di London mengatakan, bahwa pihaknya telah menerima sebuah e-mail yang dipercaya dikirimkan oleh Usamah Bin Laden.” Diantara peristiwa berdarah, semua orang dipanggil untuk berjihad sekarang,” demikian salah satu kalimat dalam e-mail tersebut.
Menurut Abdul Bari Atwan, salah seorang editor Al Quds Al Arabi, salah satu indikasi bahwa e-mail tersebut dari Usamah Bin Laden adalah terminologi dan bahasa yang digunakan didalamnya. Abdul Bari Atwa, yang pernah mewawancarai Usamah pada tahun 1996 mengatakan, bahwa dalam e-mail masih ia ingat, sama dengan bahasa yang digunakan Usamah.” Ia mendukung aksi bom syahid menyerang Israel yang dilakukan pejuang Palestina,” kutip Atwan.
Dalam e-mail tersbut tertulis pula bahwa zionis Amerika berperan aktif dibelakang penyusunan proposal perdamaian tersebut.” Ia mengatakan bahwa pangeran Abdullah adalah seorang penghianat,” tutur Atwa mengutip isi e-mail.
Sementara itu ulama Mesir lainnya, DR. Yusuf Qaradhawi memberikan dukungan moral yang sangat besar bagi perjuangan rakyat Palestina. Dalam sebuah ceramahnya di Qatar, Qaradhawi mengecam tuduhan Amerika yang menyebut pejuang- pejuang Palestina sebagai gerakan teroris.” Sudah sangat jelas bedanya antara perjuangan dan terorisme. Dan yang dilakukan rakyat Palestina adalah perjuangan melawan penjajahan dan penindasan Israel,” ujar Qaradhawi.
Lebih lanjut Qaradhawi mengatakan, jika kelompok- kelompok pejuang seperti HAMAS dituding sebagai teroris, maka dirinya dengan rela menjadi teroris.” Ya Allah jadikan aku teroris, kumpulkan aku bersama teroris dan wafatkan aku sebagai teroris,” ucapnya dalam nada doa.
Jika ulama sekaliber Qaradhawi sudah berujar demikian, Israel dan Amerika bisa- bisa menemui sandungan yang amat besar untuk menunaikan ambisinya. Karena kata ulama adalah fatwa untuk umat sekaligus doa yang mudah terijabah. Kita lihat saja, berapa lama Israel dan Amerika mampu bertahan.

what the meaning of love

Posted by Fursan Allail On 17:39 | 2 comments

Cinta adalah cinta adalah cinta adalah cinta. itulah cinta hakiki yang terlalu sederhana jika didefinisikan dengan bahasa manusia. sebab ia adalah hujan yang membasahi bumi, menumbuhkan bebijian, memekarkan bebungaan, meranumkan bebuahan. sebab ia adalah matahari yang menyinari bumi dan mengalirkan energinya hingga dunia mempertontonkan aneka gerak dinamis para penghuninya. sebab ia adalah oksigen yang memenuhi paru- paru kita, ia adalah akal yang membuat kita berbeda dengan makhluk lain, ia adalah nurani yang membuat kita beradab…

banyak orang mencari cinta, namun hanya sedikit yang mampu menggapai kehakikian. cinta hakiki hanya dapat diselami oleh para perindu surga. ia tak mungkin dimiliki dan dipahami oleh mereka yang merindu dunia…


siapakah dia penyelam cinta sejati? ia adalah Rasulullah yang cintanya kepada Allah membuat ia rela bersandingkan bulan dan matahari demi kejayaan dakwah. ia yang rela tidur beralaskan pelepah kurma kasar, menggantungkan batu di perut untuk menahankan lapar dan berpeluh mengangkat karung gandum dengan bahunya sendiri demi menjadikan dirinya benderang dunia bagi sekalian makhluk. dialah satu- satunya sosok manusia yang masih tetap lekat ingatan pada nasib umatnya meski urat- urat lehernya tengah teregang menahankan dahsyatnya sakaratul maut. ingatkah kita padanya…? rindukah kita padanya..? cintakah kita padanya..?

Ia adalah Ustman bin Affan yang kekayaannya adalah berkah bagi kaum dhuafa. ia yang merelakan 1000 kafilah unta penuh berisi bahan makanan dibagikan pada segenap penduduk Madinah yang membutuhkan demi memilih berniaga dengan balasan cinta hakiki. ia adalah Abdullah Bin Abbas yang muda usia namun luas ilmunya. ia adalah Nusaibah yang keperempuannya tidak menjadi penghalang untuk mengangkat pedang melindungi Rasulullah dalam perang Uhud. ia adalah si gembala kecil yang membuat Umar menangis karena pertanyaannya: “fainnallah…..,saat diminta memerah susu kambing tanpa izin pemiliknya. ia adalah Zainab Binti Jahzy yang keterampilannya berusaha membuat ia banyak bersedekah…

dimanakah kini bisa kita temui sosok- sosok perindu surga penyelam cinta hakiki…?

NUDIS

Posted by Fursan Allail On 18:19 | 3 comments

Tunggu sebentar, mari kita berbincang tentang perkara yang sangat sensitif. Aurat. Kamu ingat kan, apa yang disebut aurat?
Itulah bagian tubuh yang sangat pribadi (privy part). Kita tidak ingin orang lain melihatnya, karena bagian itu menjadi simbol dari jati diri kita secara fisik. Bahkan kadangkala kita sendiri merasa malu memandangi bagian itu berlama- lama, misalnya, saat di kamar mandi. Ups, kayak ga ada kerjaanaja yak!
Bagi kaum adam alias kaum lelaki, batas aurat mulai dari pusar ke bawah hingga betis kaki. Sedang bagi kaum hawa, menurut hadis Nabi Saw, batas auratnya adalah seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan. Kok beda? Hal itu menandakan keistimewaan kaum perempuan, hampir semua bagian tubuhnya bersifat pribadi. Nilainya tinggi, karena itu jangan diecer- ecer sembarangan.
Contohnya bagi kaum hawa, rambut kamu nih ibarat mahkota diri. Banyak perempuan- gadis ting- ting atawa nenek bangka- yang justru membiarkan rambutnya terbuka. Mereka menggelar pameran seni di atas kepala : mulai dari rebonding, hair painting, hingga berbagai model wig ( rambut palsu nih! ). Lho, mengapa mahkota diri yang “mahal” itu diobrak- abrik lalu diobral ke publik bak pedagang kaki lima? Bukan musim big sale tuh..!
Islam memerintahkan kaum perempuan mukminat agar menjaga rambutnya yang amat berharga dengan jilbab atau hijab. Lazimnya benda bernilai tinggi harus dikemas dalam format kuat dan rapi. Lihat saja, emas atau intan permata yang disimpan dalam brankas besi. Mana ada orang membawa emas batangan dengan tas palstik, hayo..!
Jilbab ialah simbol pemeliharaan diri paling aman, sebab ditentukan oleh Al Hafizh ( Sang Maha Pemelihara ) dan Al Muhaimin (Sang Maha Pelindung ). Bila ada komentator yang menyebut jilbab mengurangi keindahan dan kecantikan perempuan, maka mereka tak mengetahui rahasia ketentuan Sang Maha Pencipta segala keindahan dan kesucian ( Al Badi’ wa al Quddus ).
Nah, jika rambut kepala sudah sedemikian tinggi nilainya, apalgi pusar dan bagian tubuh sensitif lainnya. Jangan terpengaruh dengan penampilan Britney Spears yang suka memamerkan pusernya. Bila kita simak liputan berita tentang Biografi Spears, maka kita akan mengetahui betapa malang nasibnya sebagai perawan yang diombang- ambingkan keadaan. Spears tipe gadis yang labil, sehingga harus melakukan segala aksi tak waras atawa crazy. Guru besar Britney adalah Madonna yang pernah melemparkan- maaf- celana dalamnya pada suatu konser.
Dalam bentuk paling ekstrem, orang- orang yang labil itu kemudian melakukan nudisme, yakni praktek bertelanjang diri. Menanggalkan semua pakaian, hingga tak seheli benangpun menutupi tubuh. Tak ada lagi batas antara aurat dengan bagian tubuh lain. Agar lebih elegn, mereka membungkusnya dengan naturisme, yaitu paham yang menyatukan diri dengan alam, seperti Robinson crusoe yang terdampar di pulau asing, Deni manusia ikan, atau Romi yang dibesarkan induk Serigala. Kaum nudis pura- pura lupa, bahwa Crusoe, Deni, dan romi tetap menutup auratnya sebisa mungkin dengan alat ala kadarnya, walau hidup di alam bebas.
Ada lagi aliran Gymnosophy, doktrin agama hindu yang memandang ketelanjangan sebagai bentuk kezuhudan dan kesalehan. Seorang fakir yang tidak ingin terpenjara dengan aneka pakaian dan perhiasan dunia. Mereka keliru menghayati dunia sebagai lahan ujian bagi kehidupan di akhirat. Mereka sengaja menyiksa diri demi mencapai kesenangan abadi yang terbukti semu.
Sohib muda, kita bisa memahami perilaku suku Kubu di Jambi, Badui Dalam di Banten, Dayak di Kalimantan, atau suku Dani di pegunungan Papua yang tidak menutup aurat secara sempurna. Pendidikan dan dakwah mungkin belum menyentuh mereka. Tapi kalau ada Madonna dan Spears mania bergelantungan di dalam bus kota dan kereta listrik, opo tumon? Apa maunya? Begitu pula pemuda yang bercelana Hawai atau bergaya Flinstone di tengah keramaian. Mau narik perhatian…, jangan gitu dong caranya….!